Rabu, 10 Oktober 2012

Masih adakah Moral itu?

Indoneisa ini memang ajaib. Hal – hal yang tidak mungkin, bisa terjadi. Tahukah anda? Bahwa di Indonesia itu yang menjadi wakil rakyatnya kebanyakan adalah preman? Itu terjadi hanya di Indonesia. Ini adalah akibat dari reformasi itu sendiri yang menjunjung tinggi system demokrasi. Padahal demokrasi yang sesungghnya itu bukan dengan jalan voting yang hanya menguntungkan segolongan yang punya kepentingan tertentu dan menjatuhkan segolongan lain yang padahal bisa saja baik untuk semua. Dengan jalan musyawarah mufakat sesuai dengan pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia yakni pada sila ke 4 itu padahal bisa lebih menguntungkan untuk semua.

Dalam PANCASILA yang sebagai pedoman hidup kita terdapat nilai-nilai luhur yang bias menghantarkan kita ke arah yang lebih baik lagi. Sehingga saya berpendapat wakil-wakil rakyat kita tidak memperlajari nilai-nilai pancasila itu sendiri, Dalam sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” ini bermaksud bahwa setiap warga Negara Indonesia harus mememeluk dan menjalankan agamanya sesuai ketentuan agamanya sendiri. Tetapi pada kenyataanya kebanyakan wakil-wakil rakyat itu seolah-olah tidak memiliki Tuhan. Seandainya dia percaya adanya Tuhan saya yakin pasti tidak akan ada yang namanya korupsi, kolusi dan nepotisme berkeliaran di Negara Indonesia tercinta kita.

Yang lebih menyedeihkan lagi sebuah lembaga yang kita sama-sama hormati “Kementrian Agama” telah dinyatakan terindikasi korupsi pengadaaan Al-Qur’an oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Padahal kementrian yang sangat dianggap suci pun bisa melakukan hal demikian, secara berjamaah lagi. Bagaimana dengan kementrian-kementrian yang lain? Lantas DIMANA PRESIDEN ???

MORAL bangsa ini sudah luntur, bagaimana kedepannya? para tetua-tetua malah mengajarkan kami (pemuda) dengan mencontohkan demikian, dalam artian yang negative yang Tidak perduli dengan orang di sampingnya. Teringat katanya Albert Einstein “Dunia ini sangat berbahaya untuk di tempati, bukan karena mereka jahat, tapi tidak perduli” terbuktilah apa yang dikatakan seorang Einstein pada saat ini dan mungkin akan berlanjut untuk manusia-manusia kemudian.

Treingat juga kata guru saya, beliau menjelaskan bahwa morang dari rakyat Indonesia mulai dari atas sampai paling bawah telah rusak moral, korupsi terjadi di mana-mana, banyak hal-hal palsu yang dilakukan, sperti para naggota dewan yang melakukan pemalsuan ijazah, sehingga preman pun bisa jadi anggota dewan dengan ijazah palsu itu dan beliau mengatakan “Ini pun terjadi saat Tuhan hidup, bagaimana bila Tuhan Mati?” 

 Di negara-negara yang menerapkan asas demokrasi banyak sekali terjadi penyimpangan moral. Misalkan saat seorang wanita keluar rumah mengenakan baju yang memperlihatkan beberapa bagian-bagian tubuh yang membuat pria menjadi terangsang, bahkan mereka keluar rumah dengan bertelanjang. Dan mereka berdalih "bukankah ini bagian dari demokrasi?"

 Jadi, Ketika ada pertanyaan apakah demokrasi itu? saya akan mengatakan “demokrasi itu adalah kekurang-ajaran dan tidak beragama” 

Harapan saya untuk kita orang - orang muda saat ini, agar Marilah kita lebih memperbaiki dan menjaga moral, agar negara Indonesia kita yang tercinta ini tidak ada yang namanya KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) dan keturunanya. Agar tercipta Indonesia yang aman, damai dan sejahtera. :) 


 

3 komentar:

  1. Balasan
    1. perang dunia mungkin maksudnya,, hehe

      Hapus
  2. Berbagi Kata Kata Motivasi
    Jangan Pernah Menghitung Kerugian Karena Akan Membuat Kita Malas Untuk Membangun Kembali Usaha Yang Rugi Tersebut. Kerugian Cukup Sebagai Bahan Instropeksi Diri Agar Kita Tidak Jatuh Pada Lubang Yang Sama.moga bermanfaat salam kenal.

    BalasHapus